Service AC - AGAR Air Conditioner DI RUMAH DAN KANTOR SEHAT

AGAR Air Conditioner DI RUMAH DAN KANTOR SEHAT

Ternyata kamar ber-Air Conditioner tetap butuh ventilasi udara.

Berapa jam dalam sehari Anda dan anak-anak berada dalam ruangan ber-Air Conditioner? Mungkin hanya sedikit waktu yang dihabiskan tanpanya. Di rumah, di mobil, di sekolah, di kantor kita selalu diterpa hawa sejuk Air Conditioner. Untungnya, berada dalam ruangan ber-Air Conditioner terus-menerus tidak memenga- ruhi kondisi kesehatan. Tapi ada syaratnya, yaitu perawatan Air Conditioner diperhatikan, suhunya tidak terlalu rendah, dan kelembapannya terjaga.

 

Air Conditioner yang terawat mampu menjaga kadar kelembapan dan suhu udara. Idealnya, suhu yang nyaman untuk ruangan berkisar antara 24-260C dengan tingkat kelembapan antara 65-95%. Bila suhu diturunkan, misalnya kurang dari 240C, dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti pembuluh darah menyempit, leher atau tengkuk terasa kaku, kesemutan, hidung tersumbat, kembung dan pegal linu, serta sering buang air kecil. Akibatnya, metabolisme terganggu. Bisa-bisa anak juga jadi rewel.

Demikian pula bila kelembapan ruangan kurang dari 65-95%, udara terasa lebih kering, timbul rasa seret di tenggorokan, kulit menjadi kering, dan hidung tersumbat. Untuk menjaga kelembapan, cara praktis yang dapat dilakukan adalah dengan meletakkan handuk basah atau segelas air dalam ruangan ber-Air Conditioner. Sebaliknya bila kelembapan terlalu tinggi, maka udara terasa lebih basah. Kulit pun terasa gatal karena jamur lebih mudah timbul dalam kondisi seperti ini.

PERAWATAN

Nah, agar Air Conditioner tetap dapat menghasilkan suhu dan kelembapan yang ideal, tentunya butuh perawatan, baik itu Air Conditioner untuk ruangan maupun mobil. Salah satunya, membersihkan saringan udara pada Air Conditioner yang merupakan komponen vital.

Untuk Air Conditioner lokal, sebaiknya perawatan rutin ringan dilakukan antara 2 minggu sampai 1 bulan sekali. Lamanya waktu perawatan ini sangat tergantung pada lokasi rumah. Bila lokasinya dekat dengan jalan raya atau berada dalam lingkungan padat, sebaiknya perawatan ringan dilakukan 2 minggu sekali. Demikian juga bila cuAir Conditionera panas sekali, karena biasanya diikuti pula dengan debu yang banyak.

Bila rumah berada di ling-kungan yang relatif bersih, jarak perawatan rutin dapat lebih panjang, kurang lebih 1 bulan. Sedangkan perawatan lengkap dapat dilakukan 3 sampai 4 bulan sekali. Perawatan besar ini meliputi pembersihan seluruh komponen indoor dan outdoor, sekaligus mengecek tekanan freonnya untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran atau tidak.

Perawatan Air Conditioner mobil sebaiknya dilakukan tiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. Perawatan Air Conditioner mobil mencakup evaporator, motor blower dan kondensor. Evaporator dibersihkan supaya kotoran bisa hilang, sedangkan pada motor blower agar perputaran kipasnya tidak berat, dan kondensor dibersihkan supaya proses pembuangan panas kembali lancar.

Perawatan Air Conditioner menjadi bagian yang sangat penting agar jamur, virus, atau bakteri tidak bersarang di situ.

Khusus Air Conditioner sentral, yang patut mendapat perhatian adalah cooling tower yang diduga dapat menjadi media penyebar virus atau bakteri ke seluruh ruangan yang berada dalam satu gedung. Salah satu penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya penyebaran bakteri Legionella melalui Air Conditioner sentral. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pernapasan akut. Jenis bakteri ini sangat umum dalam ruangan, tapi dapat menyebabkan dampak yang cukup parah bila daya tahan tubuh seseorang sedang turun. Kasus yang fenomenal pernah terjadi pada tahun 1976 di Philadelphia, Amerika Serikat. Sebanyak 34 orang meninggal secara misterius akibat bakteri Legionella yang diduga menyebar lantaran ada kerusakan sistem cooling tower pada Air Conditioner sentral sebuah hotel.

Demi kesehatan, ruangan ber-Air Conditioner juga disarankan tetap menyisakan sedikit ventilasi untuk sirkulasi udara. Pergantian udara dapat memperkecil terjadinya penyebaran bibit penyakit. Namun sebaiknya lubang udara tersebut tidak terlalu besar agar kerja Air Conditioner tidak berat dan boros listrik.

PILIH FREON

Pemakaian refrigerant Air Conditioner atau lebih dikenal dengan nama freon juga tak boleh sembarangan. Untuk Air Conditioner mobil ada R12 (Chlorofluorocarbon/CFC) dan R134a (Hidrofluorocarbon/HFC). Kelebihannya, R134a lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan R12.

Untuk pemakaian Air Conditioner lokal, freon yang banyak digunakan dalam rumah tangga adalah R22. Sebaiknya pengisian freon dilakukan setelah perawatan dan pembersihan saringan udara. Yang patut diperhatikan, jangan sekali-kali menggunakan freon khusus untuk mobil pada Air Conditioner lokal. Bisa-bisa terjadi ledakan karena ada perbedaan tekanan.

BENARKAH Air Conditioner MAMPU MEMBUNUH VIRUS?

Yang pasti, Air Conditioner mampu menyaring udara yang terkadang mengandung partikel-partikel debu, virus, jamur, tungau, dan bakteri. Namun bukan berarti setelah dilakukan penyaringan, maka virus, bakteri dan lain-lain yang terdapat dalam udara di ruangan tersebut mati.